Powered by Blogger.
RSS

(Mungkin) Sudah Waktunya Beralih ke Daging Kelinci

Bismillaah...

Anda herbivora? Maafkan, maksud saya apakah Anda penikmat daging-dagingan? Jika ya, apakah Anda pernah mencicipi daging kelinci? Atau bahkan Anda belum tahu jika kelinci, dengan segala kebaikan dan potensi keekonomisannya lebih cocok dijadikan hewan ternak(pedaging) dibandingkan dengan hewan kelangenan.

Bagaimana tidak, daging kelinci enak(bagi yang pernah mencicipi rasanya selezat daging ayam dengan tekstur lembutnya), tingkat perkembang-biakannya pesat, di saat manusia baru menghasilkan satu keturunan, di waktu yang sama bangsa kelinci sudah menghasilkan lebih dari tujuh keturunan, bahkan nyaris ratusan keturunan. Bayangkan saja kengerian yang terjadi jika satu bulan setelah lahiran si induk kelinci sudah boleh bunting kembali sedangkan masa buntingnya hanya butuh waktu satu bulan!

Dari dua sisi di atas saja, sudah lebih dari cukup untuk membuat kelinci sebagai pilihan utama terpenuhinya protein hewani yang thoyibah(soalnya untuk kehalalan tergantung dari mana kelinci itu diperoleh dan dengan cara apa ia disembelih). Daging kelinci tinggi protein dan rendah kolesterol, sungguh sayang dilewatkan bagi para pendamba tubuh sehat.

Melihat janji-janji yang kelinci tawarkan, saya mulai tergoda. InsyaAllah dalam waktu dekat(satu bulan) saya akan sudah memelihara satu indukan yang saya beli dalam keadaan badan majemuk(sudah bunting maksudnya). Anda mendadak berminat turut memeliharanya dan bingung bagaimana mendapatkan bibit kelinci pedaging super? Mudah saja. Jika Anda berdomisili di daerah Bandung, Anda bisa bersilaturahmi ke peternakan kelincinya Pak Asep di jalan Raya Lembang no.119 dan itu pun yang insyaAllah akan saya lakukan. Dengan segala kemurahan hatinya, Pak Asep akan menjawab seputar pertanyaan ternak kelinci, bahkan jika Anda iseng bertanya apakah kelinci suka dugem malam, mungkin si bapak itu mau juga menjawabnya disertai senyuman khas orang Lembang.

Namun, jika Anda berdomisili jauh dari kota Bandung, tak ada salahnya Anda menyalakan mesin kendaraan Anda dan mulai berburu ke pasar ternak. Kelinci bukanlah monopoli satu kota saja, makanya bisa dipastikan ada saja sumber kelinci di kota Anda jika anda serius memburunya.

Dari jenisnya, sesuai nasihat Pak Asep di saluran youtube, idealnya kelinci pedaging itu dihasilkan dari bibit persilangan atau bolehlah disebut bibit hibrid. Persilangan ini terdiri dari 25% kelinci lokal, 25% kelinci new Zealand, dan 50% Flemish Giant. Menggabungkan ketiga jenis kelinci tadi dalam takarannya yang tepat, insyaAllah memaksimalkan daging yang dihasilkan.

Jadi, setelah saya berkoar-koar tentang kelinci dan potensi dagingnya, apakah setuju jika kini saatnya kita beralih ke daging kelinci? (minta komennya dong!)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS